Selasa, 27 September 2016

Bersabarlah

Bersabarlah, Karena Allah tahu kamu mampu

Bersabarlah jika do’a belum dikabulkan
Bersabarlah jika jodoh masih belum datang
Bersabarlah jika rezeki semakin menipis
Bersabarlah jika yang engkau harapkan belum terwujud
Sesungguhnya Allah sengaja mengujimu dengan berbagai cara, agar kamu tetap kuat walaupun banyak cobaan yang berat. Percayalah! Suatu saat nanti apa yang kamu harapkan akan terwujud, jika kamu terus bersabar, berdo’a, dan berusaha
Sesungguhnya setiap do’a itu ada jawabannya,
Setiap manusia itu ada jodohnya
Setiap manusia itu diberi rezekinya
Dan setiap kekecewaan itu ada hikmahnya
Jangan pernah berhenti berdo’a dan meminta kepada Allah swt. Karena mengulang-ulang do’a itu seperti kayuhan sepeda, suatu saat nanti ia akan membawamu kearah yang kamu tuju. Semoga dan selalu

Aamiin Ya Rabbal’alamin

Jilbab dan Akhlak Adalah Dua Hal yang Berbeda


Jika engkau berjilbab dan ada yang mempermasalahkan akhlakmu katakan pada mereka bahwa “Antara jilbab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda”. Berjilbab adalah murni perintah dari Allah swt , wajib untuk wanita muslimah yang sudah baligh tanpa memandang akhlaknya baik ataupun buruk, sedangkan akhlak adalah budi pekerti yang tergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau pelanggaran, itu bukan karena jilbabnya namun karena akhlaknya. “Yang berjilbab belum tentu berakhlak mulia, namun yang berakhlak mulia pasti berjilbab”. Sebagai seorang muslimah, menutup aurat itu WAJIB. Tidak ada tawar menawar dalam hal ini.
Namun terkadang jilbab dijadikan sebagai tolak ukur perilaku seseorang. “Dia berjilbab, tetapi kelakuannya buruk”. Mengapa harus menyalahkan jilbabnya ?! Tog dengan dia memakai jilbab sudah menutupi auratnya dari pandangan kaum adam. bukankah ia sudah menjalankan satu kewajiban.
Jika ada wanita yang berjilbab namun memiliki akhlak yang buruk. Berarti, ia hanya sekedar mengetahui belum memahami. Kita tidak boleh menyalahka jilbabnya, karena menutup aurat itu kewajiban, cukup pribadinya.

Kesimpulan : Pakailah jilbabmu seraya tidak sekedar berniat untuk melakuka suatu hal yang wajib dari perintah Allah. Jangan kamu memakai jilbab hanya untu fashion belaka, atau memakai jilbab untuk menutupi kejelekan sifatmu. Ikhlaslah memakai jilbab untuk kebaika dirimu, dan jadikan hijab sebagai kebutuhanmu, niscaya kelak kamu akan merasakan manfaat jilbabmu dan berubahlah akhlakmu. InshaAllah 

Sikap Hormat Kepada Guru

Al-Imam As-Syafi Rahimahullah mengatakan : "Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru. Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya"

Guru merupakan aspek besar dalam penyebaran ilmu, apalagi jika yang disebarkan adalah ilmu agama yang mulia ini. Para pewaris nabi begitu julukan mereka para pemegang ke muliaan ilmu agama. Tinggi kedudukan mereka dihadapan Sang Pencipta.
Ketahuilah, bahwa para pengajar agama mulai dari yang mengajarkan iqra sampai para ulama besar, mereke semua itu ada dipesan Rasulullah saw. Beliau bersabda : “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama” (HR.Ahmad)
Tersirat dari perkataan Rasulullah, bahwa mereka para ulama wajib diperlakukan sesuai dengan haknya. Akhlak serta adab yang baik merupakan kewajiban yang tak boleh dilupakan bagi seorang murid. DR.Umar As-Sufyani Hafidzohullah mengatakan, “Jika seorang murid berakhlak buruk kepada gurunya maka akan menimbulkan dampak yang burk pula, hilangnya berkah dari ilmu yang didapat, tidak dapat mengamalkan ilmunya, atau tidak dapat menyebarkan ilmunya. Itu semua contoh dari dampak buruk”
Kita sebagai murid berkewajiban bersikap hormat dan patuh kepada guru. Kenapa kita harus patuh kepada bapak atau ibu guru ? Jasa guru sangat besar bagi murid dan masyarakat, bahkan bagi kemajuan bangsa dan negara. Kita tidak akan menjadi pintar tanpa bimbingan guru. Lebih dari itu tugas guru tidak hanya memberikan pelajaran dalam berbagai ilmu pengetahuan kepada muridnya, tetapi juga bertugas mendidik mereka, agar menjadi manusia yang baik yang sehat jasmani dan rohani. Dan kelak diharapkan agar mereka menjadi warga negara yang baik, luhur budinya, cinta kepada tanah air dan bangsanya

Guru merupakan orang tua kedua karena orang yang mendidik murid-muridnya untuk menjadi lebih baik. Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orang tua, maka wajib pula mematuhi perintah para guru selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syari’at agama.

Setiap Kesulitan Disertai Kemudahan


Verily, with every difficulty, there is relief
(Q.S Al-Insyirah [94] : 5)

Di Balik Kesulitan Ada Kemudahan
Ketika kamu tetap tersenyum, meskipun merasa sakit. Ketika kamu tetap memberi, meskipun tak pernah dibalas. Ketika kamu tetap ceria, meskipun terluka. Ketika kamu tetap diam, meskipun perih. Dan ketika kamu bahagia, meskipun kehilangan. Disitulah ketulusan hati sedang diuji. Kesedihan mengajarkan tentang indahnya kebahagiaan. Seperti juga sakit, mengajarkan tentang nikmatnya sehat. Dan apabila sakit maka Allah swt lah yang berkuasa menyembuhkannya.
Seringkali kita berputus asa tatkala mendapatkan kesulitan atau cobaan. Padahal Allah swt telah memberi janji bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, pasti ada jalan keluar yang begitu dekat.
Aamiin Ya Rabbal’alamin

Berhenti Mengeluh!

Hapus Keluh Kesahmu!
Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir. kecuali orang yang mengerjakan shalat, yang tetap mengerjakan shalatnya
(Q.S Al-Ma’arij [70] ; 19-22)
                Firman Allah swt, “sebaik-baik bekal adalah takwa”
Maksud dari sebaik-baik bekal adalah takwa, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah swt dalam kehidupan dunia ini dengan dasar iman dan mengikuti petunjuk Rasulullah saw. Dengan bekal takwa hamba-hamba Allah tidak mudah berkeluh kesah ketika tertimpa musibah, baik menimpa kepada keluarganya ataupun dirinya sendiri umpamanya sakit, kesulitan rezeki, bangkrut dari bisnisnya dll.

Dan sebaliknya tidak sombong lagi angkuh bilamana memperoleh kemudahan usaha atau kelapangan rezeki atau mendapat jabatan yang tinggi. Sebab bagi orang-orang yang beriman keadaannya sama saja dalam menyikapi musibah yang baik maupun yang jelek dengan sikap rasa syukur dan sabar. Sehingga ujian atau cobaan bagi orang-orang yang beriman adalah sarana untuk memperoleh kemuliaan disisi Allah swt manakala lulus menjalaninya

Melatih Hati Agar Tenang

Melatih Hati Agar Tenang

-Ketika merasa sunyi maka berdzikirlah karena Allah Maha Mendengar
-Ketika merasa gembira maka besyukurlah karena Allah Maha Memberi
-Ketika marah beristighfarlah karena Allah Maha Pemaaf
-Ketika merasa sedih bersujudlah karena Allah Maha Pengasih
Terkadang Allah memberi apa yang kita perlu bukan apa yang kita mau karena Allah Maha Tahu apa yang terbaik

Allah itu Maha Adil juga Maha Penyayang. Segala yang berlaku ada hikmahnya. Latihlah hati untuk selalu Husnudzan terhadap Allah swt. Dalam sebuah hadis qudsi dinyatakan : Saya mendengar Rasulullah saw bersabda dari Allah swt, “Aku berada pada prasangkaan hamba-Ku, maka berprasangkalah dengan-Ku sekehendaknya” (HR.Ahmad)
Latih hati untuk bergantung kepada Allah  bukan kepada manusia. Latih hati untuk bersyukur inshaAllah bahagia. Latih hati untuk meminta maaf dan memaafkan InshaAllah keresahan sirna.

Semoga kita semua dapat mengamalkannya. Insha Allah hidup kita akan tenang. Aamiin
Oleh : Ust.Riza Muhammad


Sabtu, 10 September 2016

Belajar dari pengalaman

Assalamualaikum Wr.Wb
Bismillah..
Hm awalnya sih nggak ada niat untuk bikin blog, tapi karena ada tugas sekolah dari guru untuk membuat blog jadi ya dibuat lah blog ini. Bingung juga mau nulis tentang apa disini karena nggak hobby nulis. Mungkin disini aku hanya ingin menceritakan sedikit tentang kisah masa lalu ku yang mungkin didalamnya kita dapat ambil pelajaran, bukan bermaksud ingin mengumbar aib sendiri tapi semoga setelah membaca ini ada yang terketuk hatinya untuk kembali ke jalan-Nya. Aamiin.


Untuk kamu orang yang dulu pernah mengisi hari-hari ku.
Dulu, kita bertemu, saling suka dan jatuh cinta dan kita bersama membuat dosa dalam ikatan zina(pacaran). Lalu kita berpisah karena suatu hal. Apakah kamu tahu yang tersisa kini dihidupku setelah kepergianmu ?
Semua yang kita lakukan dulu, kini hanya menyisakan malu dihidupku. Ya aku malu kepada Allah, kepada keluargaku, kepada orang-orang disekitarku karena dosa-dosa yang ku lakukan. Dulu aku pernah dengar,"hukum di masyarakat lebih kejam daripada hukum penjara". Ya ku akui itu memang benar. Saat mereka menatapku dengan tatapan sinis yang mengartikan aku lebih menjijikkan daripada kotoran. Sungguh hatiku sangat-sangat sakit. Bahkan kata-kata pun tak dapat mewakili rasa sakitnya. Tapi aku sadar itu semua memang kesalahanku. Semoga Allah mengampuniku. Aku menceritakan kisah pahitku ini bukan untuk mendapatkan like, komen apalagi belas kasihan kalian. Aku hanya ingin muslimah lain tidak terjerumus sepertiku.
Semoga Allah selalu menyayangi kita dan menyadarkan kita saat ingin melakukan dosa serta Allah memudahkan jalan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin
 

SitiAisyah Template by Ipietoon Cute Blog Design